Ozil Pemain Sepak Bola yang Sangat Menginspirasi

Ozil pemain sepak bola asal Jerman yang sukses membela tim nasionalnya pada Piala Dunia 2014. Karirnya kini tidak semanis masa mudanya. Bertahun-tahun membela Real Madrid dan Arsenal, Ozil kini seakan terbuang di klub Fenerbahce, Turki. Performanya yang kian memburuk, memaksa Ozil angkat kaki dari benua biru itu.

Ozil mungkin tidak sesukses dulu, tetapi prestasinya tidak bisa dilupakan. Nominasi golden ball award pernah diraih, hingga membawa tim Jerman juara pada Piala 2014. Meskipun prestasinya segunung, bukan berarti Ozil tanpa perjuangan. Perjalanan hidupnya tidak selamanya mulus, sama seperti orang biasa. Berikut adalah beberapa kisah hidup Ozil yang pernah dijalaninya:

Kehidupan Awal 

Ozil pemain sepak bola yang lahir pada tanggal 15 Oktober 1988 di Gelsenkirchen, Rhine-Westphalia utara. Orang tuanya Mustafa Ozil (ayah) dan Gulizar Ozil (ibu) merupakan keluarga muslim keturunan Turki. Kakeknya seorang gastarbeiter (pekerja migran) di Jerman Barat yang pindah dari Turki sebelumnya. Ozil adalah anak bungsu dengan empat saudaranya.

Ozil dan keluarga adalah keluarga yang kurang mampu. Industri jerman yang menurun menyebabkan menjamurnya pengangguran terutama bagi kaum migran. Semasa kecil, Ozil seringkali memperhatikan kakaknya bermain bola. Mutlu kakaknya, kemudian mengajarinya cara dribling dan controling yang baik. Semenjak saat itu, kecintaannya pada sepakbola semakin meningkat beriringan dengan waktu.

See also  Pencetak Gol Terbanyak Juventus Sampai Mei 2021

Sepakbola Sebagai Kehidupan

Berkembangnya waktu, Ozil mulai berambisi untuk menggantungkan hidupnya pada sepakbola. Ia meyakini bahwa sepakbola adalah cara terbaik untuk keluar dari kemiskinan. Meskipun mimpinya dipandang sebelah mata oleh kakaknya. Kakaknya tidak percaya bahwa seorang migran bisa menjadi pemain sepakbola di Jerman. Ozil tidak mau melepaskan tekadnya dan mulai bepartisipasi pada sepakbola sekolahnya.

Ketika kecil, Ozil sering berlatih dengan teman-temannya di “Monkey Cage” yaitu sebuah lapangan kecil yang ditutup pagar, dekat lingkungan migrannya di Gelsenkirchen, Jerman. Ozil melatih skill sepakbolanya terutama passing di sana. Tidak peduli hujan, cerah, atau salju, Ozil akan tetap ada disana untuk berlatih menurut pemaparan kakaknya.

Perkembangan Karir Sepak Bola Ozil

Ozil semakin bertumbuh dan mulai menjajaki masa kuliahnya. Ditempatnya belajar, ia bisa melihat Veltins-Arena markas dari FC Schalke 04. Melihat itu, Ozil semakin terobsesi pada mimpinya. Ia bersekolah ditempat yang sama dengan Manuel Neuer dan Julian Draxler. Menurut gurunya, Ozil adalah murid yang pendiam, tetapi di lapangan ia bisa meledak.

See also  Formasi PSG 2021, Formula 4-2-3-1 Ala Pochetino

Di tahun 2005, Ozil beralih ke departemen remaja FC Schalke 04. Ia menjadi playmaker dengan nomor punggung 17. Tiga tahun kemudian, Ozil bermasalah dengan manajemen dan memilih pindah untuk membela klub Werder Bremen. Perannya berhasil membawa Werder Bremen ke dalam kompetisi yang sukses. Dengan menang pada tahun 2008-2009 di kejuaraan DFB-Pokal

Kesuksesan

Penampilan gemilangnya pada Piala Dunia 2010, menggoda Real Madrid kala itu. Real Madrid rela memboyongnya dengan biaya 15 juta euro atau senilai 261M rupiah dari klub sebelumnya. Selama di Real Madrid, permainannya cukup apik. Terutama ia berkontribusi pada assist yang ia berikan. Ozil membela Real Madrid hingga 2013.

Di Tahun 2013, Ozil dipinang oleh Arsenal dengan dana yang dirahasiakan. Tetapi kemungkinan lebih dari 42 juta euro untuk kontrak kerja lima tahun kedepan. Kepergian Ozil membuat mantan rekan se-timnya tidak puas yaitu Christiano Ronaldo. Tetapi performa Ozil menurun semenjak di Arsenal. Terutama setelah seterunya dengan rekannya se-timnya Per Mertesacker.

See also  Penerima Gaji Pemain Sepak Bola Termahal di Dunia

Percintaan 

Ozil beberapa kali menjalin romantisme. Ketertarikannya pada wanita berbeda keyakinan dan tidak berhasrat pindah agama membuat cintanya berulang kandas. Ozil pernah tertarik pada Anna Maria Lagerblom seorang model asal Jerman. Rumor mengatakan, Ozil melakukan perselingkuhan dan hubungan mereka pun berakhir. Anna Maria kemudian digantikan oleh Aida Yepsica, Miss Venezuela 2002.

Tahun 2013, Ozil mengencani Mandy Capristo seorang penyanyi asal Jerman. Hubungannya berakhir satu tahun kemudian. Rumor mengatakan ada permasalahan dengan orang ketiga. Akhir tahun 2015, Ozil kembali rujuk dengan Mandy. Hubungannya kembali kandas setahun kemudian. Tahun 2017 Ozil berkencan dengan Amine Gulse seorang model Turki dan menikahinya dua tahun kemudian.

Ozil pemain sepak bola yang gemilang, tetapi hidupnya tidak selamanya mulus. Beberapa kali ia mengalami kegagalan. Sebut saja kegagalannya saat membawa Jerman pada Piala Dunia 2018. Kegagalan adalah tantangan dalam hidup dan bukan alasan untuk menyerah. Tantangan akan membuat manusia belajar dan mempersiapkan diri untuk menerima sesuatu yang lebih baik.

You May Also Like

About the Author: Haneru Hikaru